KETUPAT
Momen lebaran tentunya sangat dinantikan seluruh umat muslim dipenjuru dunia, hari besar yang kehadirannya disambut dengan suka cita dan suasana hati yang cerah. Saat momen ini tiba, biasanya rumah pun menjadi ramai, aktivitas di dapur menjadi ciri khas saat lebaran. Beragam makanan disajikan di atas satu meja, mulai dari ketupat, opor, rendang, dan berbagai macam kue kering yang menghadirkan kehangatan didalamnya.

Mengenal Makna Sederhana Ketupat
Ketupat menjadi salah satu hidangan yang tidak luput kehadirannya saat lebaran, seperti yang dikutip dalam goodnewsfromindonesia, Kata “ketupat” berasal dari kata “kupat”, yang dalam bahasa Jawa memiliki makna ganda, yaitu “ngaku lepat” (mengakui kesalahan) dan “laku papat” (empat tindakan).

Makna tersebut tentunya sejalan dengan perayaan Idulfitri, ketupat tidak hanya dipahami sebagai makanan, tetapi juga sebagai simbol refleksi diri dan hubungan sosial dilingkungan masyarakat.
Dengan demikian, kuliner Lebaran tidak sekadar menghadirkan cita rasa khas yang dinantikan setiap tahunnya. Di balik setiap hidangan yang tersaji di meja, tersimpan nilai kebersamaan, tradisi, dan makna saling memaafkan yang menjadi inti perayaan Idul Fitri. Ketupat dan opor memang jadi menu utama, tapi tawa keluarga tetap jadi bumbu paling terasa saat Lebaran tiba.

Olah Data : Shendy Aulia Yusuf
Pembimbing : Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Penyunting : Linda Suminar, S.Sos
Program Pembimbingan Magang dan PKL
Sekretariat Daerah Kota Cirebon
Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124
https://setda.cirebonkota.go.id
Instagram: @prokompimkotacirebon @setdakotacrb